Senin, 02 Agustus 2010

CIMW news

Pelatihan Trauma Healing Bagi Mantan BMI dan Keluarga


Jakarta - Sikap kasar dan tidak senonoh yang dilakukan oleh majikan terhadap tenaga kerja Indonesia/wanita (TKI/W) di luar negeri, menyebabkan banyak TKW harus kembali ke Indonesia dengan kondisi sakit, cacat hingga hamil ataupun membawa anak hasil perkosaan oleh majikan. Perbuatan yang dilakukan bisa berupa omelan, makian, pemukulan, pelecehan seksual hingga pemerkosaan.

Center for Indonesian Migrant Workers (CIMW), sebagai salah satu lembaga yang perduli atas kondisi buruh migrant di Indonesia, menyelenggarakan kegiatan pelatihan “Trauma Healing” pada 25-28/12/08. Kegiatan bertujuan berbagi (sharing) pengalaman mengenai permasalahan yang dihadapi TKW selama bekerja di luar negeri, serta melakukan proses penyembuhan dalam mengatasi trauma yang dialami. pelatihan dilaksanakan di Crisis Center CIMW, Jl. Bulu Perindu Blok W No.7, Duren Sawit, Jakarta Timur. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta yang mayoritas perempuan yang merupakan mantan TKI/W dari Indramayu dan Sukabumi.

Suster Brigita sebagai salah seorang fasilitator, sudah cukup berpengalaman dalam proses trauma healing. Banyak kegiatan yang sudah dilakukannya untuk membantu survivor (khususnya korban bencana di Aceh dan Jogja) berperan dalam proses penyembuhan agar mereka pulih dari trauma atas kejadian yang telah menimpa mereka. Dalam kegiatan pelatihan Trauma Healing bagi mantan TKI/W oleh CIMW ini, mereka dikenalkan pengertian trauma dan cara penyembuhannya. Gejala-gejala yang umum timbul setelah mengalami masalah seperti ini adalah sering merasa tidak sehat (pusing, sakit kepala, mual, dll), rendah diri, selalu cemas, bahkan depresi untuk kasus yang lebih berat seperti pemerkosaan.

Proses kegiatan penyembuhan yang dilakukan oleh Suster Brigita dan tim, adalah dengan memberikan pelatihan Capacitar yang meliputi pelatihan pernafasan, gerakan Tai Chi yang bertujuan untuk melepas masa lalu dan membuka diri untuk menerima keadaan, pelatihan pengendalian emosi menggunakan jari-jari tangan, serta cara pemijatan untuk menghilangkan rasa sakit dan ketegangan akibat trauma yang dialami. (Adi)


PBJ news

Lokakarya Buruh Perempuan

*Reintegrasi Buruh Perempuan dalam Menghadapi Krisis Global

Jakarta - Pelayanan Buruh Jakarta (PBJ) PMK HKBP Jakarta (organisasi non pemerintah) yang mempunyai fokus program pada buruh pabrik telah melaksanakan lokakarya dengan tema ”Buruh Perempuan dan Tantangan Global”. Lokakarya yang ditujukan untuk buruh perempuan ini telah diselenggarakan secara berseri sebanyak 3 tiga kali mulai November – Desember 2008 yang lalu.

Lokakarya itu dihadiri 62 peserta, berasal dari wilayah industri Cakung Cilincing, Balaraja, Tangerang, Serang, Bogor dan Bekasi. Tujuan lokakarya, bagaimana buruh perempuan dapat mengetahui dampak krisis global terhadap situasi ketenagakerjaan di Indonesia. Materi yang diberikan selain terkait dengan globalisasi dan gender, lokakarya ini menganalisis situasi sejumlah negara-negara kaya saat ini yang mengalami resesi, sebagian karena kredit yang ketat dan sebagian lagi karena melonjaknya harga minyak pada 2008. Pendapatan nasional di Inggris, Perancis, Jerman, dan Jepang turun. Selain itu banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan dan lemahnya daya beli konsumen, mengakibatkan perekonomian Amerika Serikat mengalami kemunduran.

Di Indonesia, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sudah terjadi di sejumlah perusahaan yang tersebar di berbagai daerah sejak beberapa bulan lalu. Pada 2009 diperkirakan lebih dari 3 juta buruh akan di PHK, terutama di bidang manufaktur dan perdagangan. Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia, jumlah tenaga kerja yang mengalami PHK hingga November 2008 mencapai 66.603 orang. PHK mulai terjadi Januari hingga Maret 2008. Tingkat PHK tertinggi di DKI Jakarta sebanyak 14.268 orang, Jawa Tengah (1.190), Maluku (515), Kalimantan Barat (496), Riau (407), dan Sumatera Selatan (112). Kebanyakan yang di PHK adalah buruh pabrik tekstil yang mayoritas perempuan. Sementara di Sumatera Utara sebanyak 20.000 orang dirumahkan.

Menindaklanjuti tiga lokakarya buruh perempuan itu serta melihat situasi yang mengancam buruh pabrik, PBJ mencoba untuk mengadakan Dialog terbuka antara buruh perempuan dengan pihak terkait yang bertema “Reintegrasi Buruh Perempuan Dalam Menghadapi Krisis Global”. Kegiatan itu dilaksanakan pada 30,31/01/09 - 1/02/09, di Wisma Samadi, Jln Dermaga 6 Klender, Jakarta Timur. Narasumber yang diundang antara lain dari Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Direktur Utama PT JAMSOSTEK (Persero), Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Cq Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja DEPNAKERTRANS RI, Gubernur BI Cq Direktorat Kredit BPR, UMKM BANK Indonesia, Ibu Parkati (Pelaku Usaha Kecil dari Mantan Buruh Pabrik), Carla June Natan (Koordinator PMK HKBP Jakarta). Tujuan dari kegiatan itu adalah agar Buruh mendapatkan gambaran terkait dampak krisis global terhadap situasi ketenagakerjaan di Indonesia khususnya terhadap buruh perempuan. Bersamaan dengan itu, yang dapat dimanfaatkan oleh buruh dalam memperoleh informasi mengenai dana-dana pemerintah untuk mengatasi krisis keuangan global. (Adi)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar